Rabu, 20 Juli 2016

Do Wrong "Enemy"

Ini hanya sebuah dialog imajiner, bukan sebuah riwayat hadits. Bahkan riwayat dhaifpun bukan. Ini hanya andai-andai.
Kelak di Surga, di sebuah gang, berpapasan dua orang yang dulunya di dunia sama-sama kenal. Si orang pertama menyapa. Ekspresinya kaget.

Si A : “luh, cak, sampeyan ternyata masuk Surga juga”
Si B : “lha, sampeyan juga ada disini”, sahutnya tak kalah kaget.
Si A : “sampeyan kan dulu yang tak bid’ah-bid’ahkan itu, tak anggap dangkal ilmu, tak remehkan sebagai orang taklid buta, hehe..sungguh aku ngira sampeyan ndak bakalan tinggal di Surga”
Si B : “wak, sampeyan sembarangan mas, aku ya minta maaf, dulu sampeyan kadung tak jelek-jelekkan juga, ingat statusku di FB pas debat sama sampeyan. Saking mangkelnya sampeyan saya bilangi aliran Islam garis keras, ekstremis, khawarij, tidak punya akhlakul karimah, tidak lembut seperti kanjeng nabi”
Si A : “hehehe..rupanya kita berdua sama-sama masuk Surga”
Si B : “Alhamdulillah, untungnya Allah menerima taubat dan mengampuni kesalahan kita. Untungnya niat kita berdebat didasari pengetahuan kita masing-masing dan kesombongan tak sampai menguasai hatiku. Maaf, rupanya aku keliru memilih musuh”
Si A: “Meskipun omonganku ndak enak, tapi aku diam-diam sebenarnya mendoakan kebaikan buat sampeyan dan keluarga sampeyan lho. Alhamdulillah, meski sempat hatiku melecehkan sampeyan dan sombong, aku cepat-cepat sadar dan menata hati”
Si B : “coba sampeyan lihat kesana”, sambil menunjuk ke sekumpulan orang.
Si A : Lho, itu kan ustadz A dan Ustadz B dari ormas Islam A dan ormas Islam B, mereka ada di Surga juga ternyata”.
Si B : “lha itu dia juga, sayyidina Ali dengan sayyidina Thalhah bin Ubaidillah, yang sempat berseberangan dan berselisih paham, juga sama-sama di Surga”

Silahkan ditanggapi ringan. Yang tak setuju dengan metafora ini, tidak apa-apa. Yang penting fahami niat baiknya. Pesan moralnya adalah : sesama mukmin yang berbeda pendapat bukan berarti dia musuh bagi kita. Berbeda ormas, berbeda mazhab, bukan kepastian bahwa salah satunya harus benar dan yang lainnya harus salah. Dua-duanya bisa benar. InsyaAllah, dua-duanya bisa sama-sama ahli Surga.

Maka jangan salah memilih musuh. Pahami baik-baik, musuh kita hanyalah kemaksiatan dan kekufuran. Jangan sampai kemaksiatan dan kekufuran lolos dan kita biarkan melenggang, sementara kita lebih sibuk saling menjatuhkan kelompok Islam lain yang sejatinya masih dalam satu bingkai dakwah Ahlu Sunnah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar