Sudah jamak kita dapati hasil-hasil penelitian ilmiah tentang hubungan antara tingkat kebahagiaan terhadap perilaku memberi atau menolong orang lain. Salah satu hasilnya seperti yang dijelaskan oleh Harvard University dalam salah satu jurnalnya : Bahwa menghabiskan uang untuk membantu orang lain (juga disebut “belanja prososial”) meningkatkan kebahagiaan lebih dibanding membeli sesuatu untuk diri kita sendiri.
Terkadang kebahagiaan yang diberikan menyangkut persoalan yang sangat besar dan krusial. Seperti membantu menyelesaikan masalah yang dialami seseorang sampai mengorbankan tenaga dan harta. Tapi kebahagiaan juga bisa diterbarkan melalui ucapan dan perbuatan-perbuatan yang kecil dan ringan. Apapun bentuk kebahagiaan yang ingin kita tebarkan, ketahuilah menebar kebahagiaan adalah akhlak seorang muslim yang sangat mulia. Adalah Rosulullah, orang yang paling gemar menebarkan kebahagiaan. Diriwayatakan oleh Ibnu Abbas bahwa Rosulullah bersabda : “diantara sebaik-baik amal, adalah menebar kebahagian kepada orang-orang mukmin, membayarkan hutangnya, atau memenuhi hajatnya, atau meringankan kesulitannya”
Dalam riwayat lain suatu ketika Rosulullah ditanya, “apakah amal yang paling baik?”. Beliau menjawab, “Amal yang paling baik yaitu engkau bahagiakan saudaramu yang muslim, atau engkau cukupi hutangnya, atau engkau berikan roti untuk dimakan olehnya”.
Kedua hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman. Yaitu kitab yang beliau susun untuk memperinci hadits nabi tentang cabang-cabang Iman :
IMAN itu ada lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang, tingkatan cabang terafdhol -tertinggi- adalah ucapan LA ILAHA ILLALLOH, tingkatan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan di jalan, dan MALU merupakan salah satu cabang dari IMAN [Muttafaqun 'alaih]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar