Raudhatul Jannah (Raudhah) atau taman Surga, yang ada di Madinah selalu penuh sesak. Setiap orang yang berziarah ke Madinah, akan dihinggapi perasaan rugi bila tak berhasil satu rakaat saja sholat di area Raudhah. Yang demikian itu bukanlah sesuatu yang berlebihan. Sebab, nabi memang telah menjelaskan keutamannya.
Dalam sebuah hadist shahih riwayat.....Rosulullah bersabda: “diantara mimbar dan rumahku adalah raudhah (taman) diantara taman-taman Surga” Nabi menyebut area taman Surga itu sejarak mimbar dan rumah beliau. Pengurus Masjid Nabawi menandai area yang terletak di sisi kanan bagian depan Masjid Nabawi tersebut dengan karpet berwarna hijau. Menjadi pembeda dengan area masjid Nabawi lain yang seluruh lantainya diselimuti karpet berwarna merah.
Bersyukurlah bagi kita yang sudah pernah ditakdirkan Allah berziarah ke Madinah dan mendatangi raudhah. Kita tahu, tidak mudah bisa berada di area taman Surga tersebut. Butuh perjuangan, harus sabar dalam antrian. Disitu ada ratusan bahkan ribuan orang yang memperebutkan satu tempat di area sakral tersebut. Anda bisa membayangkan, area yang tak lebih besar dari luas lapangan bulu tangkis, diperebutkan oleh ribuan orang. Betapa penuh sesak. Bisa dipastikan, kalau ingin masuk, anda harus siapkan tekad kuat, siap berjibaku dan berdesakan. Kalaupun sudah masuk, mencari ruang untuk sekedar duduk saja tidak mudah. Apalagi untuk sujud.
Tapi semua kesusahan itu, faktanya tidak mengurangi kekhusyukan dan teraduk-aduknya perasaan. Banyak air mata tumpah membasahi sang karpet hijau. Dalam berdirinya sholat yang sambil ditabrak-tabrak orang, dalam sujud dan rukuk yang terlalu menekuk, justru jiwa ini lebih tertunduk dan khusyuk. Barangkali suasana batin itu didapat disebabkan luapan perasaan usai berjuang berat untuk masuk di dalamnya. Atau justru karena bersarnya keyakinan kita terhadap rahasia keberkahan raudhah. Ya, kita yakin Raudhah adalah satu bagian dari Surga yang Allah titipkan di dunia. Benar, jangan samakan Raudhah dengan tempat lain. Sholat di dalamnya, sama seperti sholat di dalam Surga. Berdiam di dalamnya, adalah berdiam di dalam Surga. Karenanya, apapun kita rela lakukan asal kita bisa ada di dalamnya meskipun hanya sebentar saja.
Bila sudah tahu keutamannya, ijinkan kami bertanya,dalam setahun berapa puluh kali kita ke raudhah? Dalam sebulan berapa kali kita mengunjungi raudhah? Dalam seminggu berapa kali?
Mungkin kita akan menjawab, “anda ada-ada saja, kalau bukan penduduk Madinah sendiri atau mereka yang punya uang banyak sehingga setiap bulan berangkat Umroh, ya tidak mungkin bisa ke raudhah puluhan kali dalam setahun”. Benar. Tidak mudah. Apalagi yang belum pernah berhaji dan umroh, mendengar pertanyaan itu justru bisa bikin tambah terharu biru.
Akan tetapi, betapa Maha Pemurah dan adilnya Allah. Melalui lisan nabinya, Dia kabarkan bahwa raudhah tak hanya ada di masjid Nabawi. Ada satu Raudhah lagi yang Dia titipkan di belahan-belahan bumi. Barangkali agar mereka yang tak bisa ke kota nabinya, tetap bisa merasakan taman Surga. Agar yang sudah pernah ke madinah, bisa tetap melepas rindunya. Dan menariknya lagi, Ia tak sesulit raudhah di madinah. Ia tak bersyarat bayar biaya Haji dan Umroh agar bisa merasakan ada didalamnya. Soal keutamaan, berdasar hadits nabi yang mengiringanya, sepertinya tidak kalah dengan raudhah di madinah. Mau?, kiranya dimanakah Raudhah yang lain itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar