Jumat, 25 November 2016

Waspada Doa Orang Terdzalimi

Dunia ini sejatinya tidak pernah berjalan sendiri sesuai kehendak penghuninya. Allah Subhanahu wa ta’ala sebagai pencipta smesta, telah menetapkan hukum di atas ke-Maha Adilannya. Semuanya tunduk pada aturan dan hukum tersebut. Tidak ada satupun mahluk yang bisa keluar dan lolos dari pengaturanNya. Kebaikan akan dibalas kebaikan. Keburukan akan dibalas keburukan. Kerja keras ada balasannya. Tak berusaha juga tak mungkin menggapai cita-cita. Sabar dalam kekalahan akan berbalas kemenangan. Jumawa dalam kemenangan akan berbalas kekalahan. Tidak ada satupun yang luput dari perhitungan Allah subhanahu wa ta’ala. 

maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan balasan terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (balasan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.” (QS. Maryam : 84)

Salah satu ketetapan itu adalah, bahwa Allah tidak akan mendiamkan kedzaliman di muka bumi. Setiap  kedzaliman yang terjadi, setiap ada hak yang direnggut secara tidak adil, maka Allah subahanahu wa ta’ala menetapkan pembelaan atasnya. Kepadanya, orang yang terdzalimi itu, Allah membuka pintu pengkabulan doa selebar-lebarnya. Minta doa apa saja, pasti dikabulkan. Termasuk doa menuntut balas.

Rasulullah Saw bersabda : “takutlah kalian terhadap doa orang-orang yang terdzalimi, karena doa mereka akan dibawa ke langit, lalu Allah taala befirman “demi kemuliaanKu, demi keagunganKu, sampai kapanpun Aku akan senantiasa menolongmu” (HR. At-Thabrani)
Rasulullah juga bersabda : “Takutlah kalian dengan doa orang yang terdzalimi, karena doa mereka akan naik ke langit seperti pijaran api” (HR. Al Hakim)

Bahkan, sekalipun yang didzalimi adalah orang kafir dan pelakunya adalah muslim, maka orang kafir tersebut berada dalam pembelaan Allah dan orang muslim tersebut saat itu berada dalam dakwaan dari Allah. Rasulullah bersabda : “Takutlah kalian terhadap doa orang yang terdzalimi meskipun ia kafir, karena antara dirinya dengan Allah tidak ada penghalang” (HR. Ahmad)

Demikian beberapa peringatan dari Rasulullah. Agar kita berhati-hati dengan sikap dan perilaku kita. Jangan sampai ada hak orang lain yang kita renggut secara dzalim. Masih lebih baik apabila orang yang kita dzalimi membalas kedzaliman kita. Jadi impas. Justru yang lebih berbahaya adalah mereka yang sepertinya tidak menuntut apa-apa (karena merasa lemah) tapi dia bawa kepedihannya dalam doa kepada Allah. Sementara Allah ta’ala membuka pintu selebar-lebarnya untuk menjawab doa dan membela mereka. Lantas apabila Allah sendiri telah memberikan pembelaan, siapakah yang sanggup menghadapiNya?


Sebaliknya, inilah berita gembira bagi mereka yang terdzalimi. Tentu, bukan untuk mengajak menajamkan lisan lalu berdoa menuntut balas semata. Akan tetapi mari kita melihat satu makna yang lebih baik bagi kita daripada sekedar menuntut balas. Ya, bahwa “Allah bersama kita”. Allah ta’ala berpihak kepada kita. Allah memberi satu kedudukan mulia, dimana tak semua orang mendapatkannya. Yaitu janji terkabulnya doa, apapun doanya. Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkannya dengan doa yang baik dan bermanfaat. Wallahu A’lam Bisshowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar