Dunia ini sejatinya tidak pernah
berjalan sendiri sesuai kehendak penghuninya. Allah Subhanahu wa ta’ala sebagai
pencipta smesta, telah menetapkan hukum di atas ke-Maha Adilannya. Semuanya
tunduk pada aturan dan hukum tersebut. Tidak ada satupun mahluk yang bisa
keluar dan lolos dari pengaturanNya. Kebaikan akan dibalas kebaikan. Keburukan
akan dibalas keburukan. Kerja keras ada balasannya. Tak berusaha juga tak
mungkin menggapai cita-cita. Sabar dalam kekalahan akan berbalas kemenangan.
Jumawa dalam kemenangan akan berbalas kekalahan. Tidak ada satupun yang luput
dari perhitungan Allah subhanahu wa ta’ala.
“maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan balasan terhadap mereka,
karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (balasan) untuk mereka
dengan perhitungan yang teliti.” (QS. Maryam : 84)
Salah satu ketetapan itu adalah,
bahwa Allah tidak akan mendiamkan kedzaliman di muka bumi. Setiap kedzaliman yang terjadi, setiap ada hak yang
direnggut secara tidak adil, maka Allah subahanahu wa ta’ala menetapkan
pembelaan atasnya. Kepadanya, orang yang terdzalimi itu, Allah membuka pintu
pengkabulan doa selebar-lebarnya. Minta doa apa saja, pasti dikabulkan.
Termasuk doa menuntut balas.
Rasulullah Saw bersabda :
“takutlah kalian terhadap doa orang-orang yang terdzalimi, karena doa mereka
akan dibawa ke langit, lalu Allah taala befirman “demi kemuliaanKu, demi
keagunganKu, sampai kapanpun Aku akan senantiasa menolongmu” (HR. At-Thabrani)
Rasulullah juga bersabda : “Takutlah
kalian dengan doa orang yang terdzalimi, karena doa mereka akan naik ke langit
seperti pijaran api” (HR. Al Hakim)
Bahkan, sekalipun yang didzalimi
adalah orang kafir dan pelakunya adalah muslim, maka orang kafir tersebut
berada dalam pembelaan Allah dan orang muslim tersebut saat itu berada dalam dakwaan
dari Allah. Rasulullah bersabda : “Takutlah
kalian terhadap doa orang yang terdzalimi meskipun ia kafir, karena antara
dirinya dengan Allah tidak ada penghalang” (HR. Ahmad)
Demikian beberapa peringatan dari
Rasulullah. Agar kita berhati-hati dengan sikap dan perilaku kita. Jangan
sampai ada hak orang lain yang kita renggut secara dzalim. Masih lebih baik
apabila orang yang kita dzalimi membalas kedzaliman kita. Jadi impas. Justru yang
lebih berbahaya adalah mereka yang sepertinya tidak menuntut apa-apa (karena
merasa lemah) tapi dia bawa kepedihannya dalam doa kepada Allah. Sementara
Allah ta’ala membuka pintu selebar-lebarnya untuk menjawab doa dan membela
mereka. Lantas apabila Allah sendiri telah memberikan pembelaan, siapakah yang
sanggup menghadapiNya?
Sebaliknya, inilah
berita gembira bagi mereka yang terdzalimi. Tentu, bukan untuk mengajak
menajamkan lisan lalu berdoa menuntut balas semata. Akan tetapi mari kita
melihat satu makna yang lebih baik bagi kita daripada sekedar menuntut balas.
Ya, bahwa “Allah bersama kita”. Allah ta’ala berpihak kepada kita. Allah
memberi satu kedudukan mulia, dimana tak semua orang mendapatkannya. Yaitu janji
terkabulnya doa, apapun doanya. Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkannya dengan doa
yang baik dan bermanfaat. Wallahu A’lam
Bisshowab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar